Ulasan tentang "Gadis Kecil Beralis Tebal Bermata Cemerlang"

A Mustofa Bisri, lahir di rembang, Tengah, 10 Agustus 1944, belajar di Universitas
Al-Azhar, Kairo, Mesir. Ia dikenal sebagai kiai yang mengasuh Pondok pesantren Roudlatut
Thalibin, Rembang. Gus mus, demikian namanya lebih dikenal, ia telah menghasilkan
beberapa buku kumpulan puisi dan cerpen. Salah satu cerpennya adalah “Gadis Kecil Beralis
Tebal Bermata Cemerlang”. Cerita ini menceritakan tentang perjalanan seorang aku dari
stasiun S menuju kota J. Saat berada di gerbong kereta tokoh aku melihat seorang gadis
matanya yang cemerlang sedang manatapnya, dalam perjalanan tokoh aku ini selalu
terbayang akan wajah gadis kecil yang ia temui di stasiun S. Sesampainya di kota J tokoh
aku mencari alamat kenalannya, yang sudah janji akan memperkenalkannya dengan tokoh
aku. Sesampainya di rumah Sahlan kenalannya ia disapa dengan hangat. Ketika tokoh aku ini
dipersilahkan untuk mandi dan beristirahat, ia tiba-tiba mendengar seoran wanita yang sedang
menyanyi lagu india. Dalam pikirannya mengatakan bahwa suara wanita ini merdu pasti
orangnya akan cantik pula. Sampai pada saatnya ketika tokoh aku ini dipersilahkan untuk
makan oleh seorang wanita, ia pikir bahwa sang wanita ini adiknya Sahlan, akan tetapi bukan
perempuan itu adalah Shakila adik nemu gede alias istri dari Sahlan. Pupus sudah harapan
tokoh aku ini untuk memiliki sang gadis yang ternyata istri dari sang teman. Diceritakanlah
oleh sahlan awal mula ia kenal dengan Shakila yang kenal dari stasiun persis seperti cerita
tokoh aku, yang kemudian sahlan dan shakila dijodohkan oleh orang tuanya.
Berbeda dengan cerpen Gus Mus yang lainnya. Sebagai contoh cerpen yang berjudul
“Bidadari Itu Dibawa Jibril”, dalam cerpen tersebut ada unsur keagamaan sedangkan cerpen
“ Gadis Kecil Beralis Tebal Bermata Cemerlang” tidak ada unsur keagamaannya sama sekali.
Seharusnya dalam cerpen “Gadis Kecil Beralis Tebal Bermata Cemerlang” dalam penyebutan
stasiun atau kota seharusnya langsung disebutkan saja, tidak perlu mengunakan inisial. Akan
tetapi bahasa yang digunakan dalam kedua cerpen tersebut, mudah ditangkap maknanya
secara langsung oleh pembaca.

Komentar

Postingan populer dari blog ini